Jika Usung Ahok, 'Petaka' bagi PDIP

Tags:

http://ift.tt/2b35gwA


POSMETRO INFO - Calon yang akan diusung PDI Perjuangan ditunggu banyak pihak. Hingga kini, partai berlambang banteng moncong putih tersebut belum menentukan secara resmi siapa calon yang akan diusungnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Dikalangan internal, pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat disebut-sebut sebagai calon kuat dan akan dideklarasikan dalam waktu dekat. Akan tetapi, pasangan ini dinilai belum mewakili karena posisi calon DKI-1 bukan kader PDIP.

�Percayalah, PDIP akan memilih cagub yang bisa membuat kader dan akar rumput jadi militan dan mau bangun pagi-pagi ke TPS, bukan militansi �teman-temanan,� terang Direktur Eksekutif Pusat Kajian (Pusaka) Trisakti, Fahmi Habsee, di Jakarta, Rabu (17/8) malam.

Ia mengingatkan bahwa pemilih mayoritas di Jakarta adalah etnis Jawa dan Sunda. Rasionalnya, maka calon gubernur harus orang Jawa atau Sunda jika PDIP menginginkan kemenangan di DKI.

Dari informasi internal partai pendukung Ahok, Fahmi mendapatkan bocoran jika PDIP berani mengusung kader partai sendiri maka salah satu partai yang mendukung Ahok ini akan berbalik membelot mendukung cagub PDIP dan meninggalkan Ahok.

�Otomatis Ahok tidak bisa maju cagub, karena tidak cukup kursi,� ujar fungsionaris Badiklat PDIP ini.

Menurutnya, jika benar PDIP mengusung pasangan Ahok-Djarot maka keputusan itu adalah sebuah tragedi. Sebab disaat partai tengah membangun loyalitas, pendidikan politik dan sekolah kader untuk mempersiapkan calon-calon kepala daerah, justru dicederai dengan mengusung Ahok di DKI.

Keputusan itu juga tidak masuk akal, karena partai yang militan dan ideologis seperti PDIP menempatkan �kehormatan dan posisi tawar politik tinggi� untuk Ahok. Sementara kadernya sendiri �cuma� ditempatkan di posisi kedua.

Padahal Ahok diketahui memiliki rekam jejak �avonturisme� politik dengan berpindah-pindah partai. PDIP semestinya belajar banyak dari pengalaman pahit Gerindra tahun 2012.

�Kalo memang sudah kepepet dan ketika menengok dibelakang PDIP hanya tembok, ya apa boleh buat Ahok dijadikan cawagub. Bisa Djarot-Ahok, Risma-Ahok, atau siapapun kader PDIP dengan cawagub Ahok,� demikian Fahmi. [akt]

HP ANDROID Kamu Memiliki Tampilan Yg Membosankan? : KLIK!! Download Aplikasi 3D Live Wallpaper Parallax Android Gratis

bfuafib

Post a Comment

Lagi Hangat